Home / Bencana Alam / 21 Tahun Tsunami Aceh

21 Tahun Tsunami Aceh

21 Tahun Tsunami Aceh

21 Tahun Tsunami Aceh21 Tahun Tsunami Aceh | Assyukur Istiqomah

Hari ini tepat tanggal 26 Desember 2025, sudah 21 Tahun peristiwa musibah Tsunami Aceh. Buat teman-teman Gen Z yang mungkin ada yang belum tau tentang Bencana besar Tsunami Aceh perlu diketahui bahwa Bencana Alam Tsunami Aceh itu merenggut korban jiwa Ratusan ribu manusia, kisaran korban jiwa di Aceh itu mencapai 167.000 – 172.000 jiwa.  Ini bukan peristiwa biasa, ini adalah bencana yang sangat besar bagi warga Aceh dan Indonesia tercinta. Tak terasa sudah 21 Tahun berlalu, walau kami jauh dari Aceh tapi kami sangat merasakan betul bagaimana rasanya kehilangan orang tersayang, kehilangan harta benda, kami ikut merasakan betul betapa pedih, sulit dan serba kekurangan saat bencana datang.

Tepat sebulan lalu pun, 26 November 2025 lalu, Warga Aceh Tamiang menjadi korban bencana banjir bandang, ribuan orang meninggal dunia dalam peristiwa ini (1.068 orang) warga Aceh, Sumut dan Sumbar yang meninggal dunia. Khusus warga Aceh lebih dari 200 ribu orang mengungsi, Bencana ini bahkan menurut para pakar lebih dahsyat efeknya dibanding dengan Tsunami 2004 lalu, karena rumah-rumah hanyut, rusak dan bahkan tertutup tanah, perekonomian lumpuh sementara waktu, listrik, air bersih, usaha kecil, semua terganggu. Sekali lagi kami ikut dan sangat merasakan penderitaan saudara kami nan jauh di Sumatera sana.

Dari peristiwa bencana alam ini, kita semua mendoakan saudara-saudara kita yang terkena bencana dan terdampak, Semoga mereka yang hari ini sedang kesulitan, Allah mudahkan urusannya, Allah berikan pertolongan Nya, Allah karuniakan kesabaran yang melimpah dan kita yang kondisinya tidak mengalami bencana, mari bersama kita bahu membahu membantu saudara kita, minimal kita membantu mengurangi sedikit beban mereka dengan berdonasi. Karena sekecil apapun bantuan, Insyaa Allah bermanfaat untuk saudara kita nan jauh disana.

Dari peristiwa Tsunami 2004 lalu, dari bencana banjir bandang, longsor kemarin kita berusaha mengambil hikmahnya, Untuk warga Aceh, Sumut dan Sumbar ini menjadi ladang ujian dan pahala untuk mereka. Untuk kita ini ajang ujian buat kita untuk berusaha optimal membantu saudara kita, kita diuji apakah kita peduli terhadap kesulitan saudara kita disana atau kita hanya cuek dan tidak mau tau peristiwa yang terjadi disana. Kemudian kita belajar bahwa Kita sebagai manusia itu benar-benar lemah dan tidak ada kekuatan sedikit pun kecuali yang Allah berikan untuk kita, Dalam sekejap saja kehidupan kita bisa berubah, semula kita sehat, hidup, dalam sekejap saja kita bisa meninggal dunia tak punya apa-apa. Benar-benar semua ini adalah titipan dari Allah Swt dan benar-benar kita membutuhkan pertolongan Allah Swt dalam setiap episode kehidupan kita.

Sederhana nya : kita untuk menahan bersin aja kita tidak mampu, apalagi kita menahan kematian yang setiap kita sudah Allah Vonis akan mati (Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian), jadi mari bersama kita kembali mendekatkan diri kita kepada Allah Swt, kita berusaha dalam setiap langkah hidup yang kita jalani senantiasa melibatkan Allah Swt, teruslah berdoa agar Allah senantiasa mengurus hidup kita setiap saat. Jangan bosan berbuat baik, istiqomahlah dalam kebaikan dan perbaikan, teruslah menjadi agen perbaikan dan kebaikan, lakukan perbuatan baik itu kontinyu dan ajak sebanyak-banyak nya orang untuk terus berbuat baik amar ma’ruf nahi mungkar dan mintalah pertolongan Allah Swt setiap saat.

Terakhir : mesti dalam setiap kejadian, seburuk apapun itu, walau buruk dimata kita, mesti selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, semoga kejadian yang ada senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah Swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *