Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw (Hikmah dan Logika) | Assyukur Istiqomah
Hari ini, Jum’at 27 Rajab 1447 Hijriyah, bertepatan dengan 16 Januari 2026 diperingati sebagai Peristiwa Keimanan yang Allah abadikan kisahnya didalam pembukaan surah Al-Isra’ ayat 1, Allah Swt Berfirman :
Alhamdulillah, kemarin (1 hari sebelum peringatan Isra’ Mi’raj), Assyukur Istiqomah mengadakan kegiatan sederhana membahas tentang peristiwa penuh keimanan Isra’ Mi’raj dengan para murid Assyukur Istiqomah. Dalam kesempatan itu guru pengajar mengatakan bahwa ada beberapa hikmah dalam peristiwa besar tersebut. Pertama Isra’ Mi’raj adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Rasulullah Saw setelah diturunkannya Alqur’an. Kedua, Isra’ Mi’raj itu adalah cara terindah dari Allah Swt untuk menghibur Rasulullah Saw yang dalam tahun itu ditinggal 2 orang yang sangat menyayanginya dan mendukung dakwah Nabi, yaitu meninggalnya Paman Nabi yaitu Abu Tholib dan yang kedua wafatnya Ibunda Khodijah yaitu wanita yang sangat dicintai Rasulullah Saw dan wanita yang dirindukan Syurga. Allah Swt memperjalankan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haraam ke Masjidil Aqso, setelah itu diperjalankan ke Shidrotul muntaha.
Ketiga, Allah Swt memberikan hadiah yang besar untuk Rasulullah Saw yang sebenarnya ditunjukan untuk kita semua umatnya yaitu ada Hadiah besar berupa perintah sholat 5 waktu. Sang guru menyampaikan kepada murid Assyukur Istiqomah bahwa Sholat 5 waktu adalah hadiah besar untuk umat Rasulullah Saw. Karena Allah Swt sang kholiq yang menciptakan kita semua, mengetahui dengan pasti akan kebutuhan kita, akan permasalahan yang akan kita hadapi dan segudang problematika hidup, maka hadirnya perintah sholat adalah jawaban atas segala permasalahan hidup kita, karena dengan sholat kita menjalin hubungan dan komunikasi dengan Allah Swt, sholat menjadi jalan Allah mengangkat derajat kita. Dan perlu kita ketahui bahwa khusus perintah sholat, Allah Swt mengundang langsung Nabi Besar Muhammad ke Shidrotul Muntaha, untuk perintah selain sholat, Malaikat Jibril yang turun kebumi menyampaikan wahyu dari Allah Swt.
Keempat, pembuktian keimanan tertinggi sahabat Abu Bakar. Bagaimana tidak disaat orang-orang kafir quraisy saat itu semakin menjadi kekafirannya saat mendengar peristiwa Isra’ Mi’raj dan disaat orang-orang yang baru masuk islam (lemah imannya) kemudian murtad, tapi Sahabat Mulia Abu Bakar dengan sangat kokoh imannya MEMBENARKAN IMANNYA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA dengan berkata : Jika Rasulullah Saw mengatakan seperti itu, Sungguh apa yang dikatakan Rasulullah Saw itu benar. Maka sejak saat itulah Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq yaitu orang yang membenarkan. Jadi peristiwa ini mengangkat derajat sahabat yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Kelima, Perjalanan Isra’ dan Mi’raj ini perjalanan dari Mekkah ke Al Aqso dan dari Al Aqso ke shidhrotul muntaha, ini mengajarkan kita akan pentingnya kita akan fungsi Masjid yaitu sebagai pusat peradaban, pusat perjuangan, pusat pendidikan, dari masjid lahirlah generasi-generasi hebat, selama masjid diurus dengan baik dan sesuai syariat. Kita diajarkan untuk mencintai masjid dan menghidupkan masjid. dan tak lupa, karena disebutkan masjidil Aqso, maka ini menekan bahwa pentingnya keberadaan masjidil Aqso untuk kita semua kaum muslimin dimana pun berada diseluruh dunia. Kita wajib menjaga masjid kita, kita wajib menjaga kiblat pertama kita. Semoga terlahir generasi-generasi yang menghidupkan dan mencintai masjid, dan masjidil Aqso baitul maqdis.
Keenam, sebagai penutup sang guru berkata kepada murid-muridnya, peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah peristiwa yang sangat besar, dan otak kita terlalu kecil untuk memahaminya, termasuk kafir quraisy yang mendustakan peristiwa itu, padahal jika ingin membuka sedikit cara berfikirnya, Insyaa Allah beriman. Jadi peristiwa Isra’ Mi’raj ini bukan Nabi Muhammad Saw yang jalan sendiri dari masjidil haraam ke masjidil aqso dan naik ke langit ke 7 Shidrotul muntaha, tapi Nabi Muhammad Saw, diperjalankan oleh Allah Swt, Jadi Nabi Muhammad tidak jalan sendiri tapi diperjalankan oleh Allah Swt Dzat yang menguasai langit dan bumi beserta isinya, Dzat yang menciptakan alam raya ini.
Logika sederhananya begini (ungkap sang guru kepada murid-muridnya) : Ada semut hitam yang berada dalam seikat buah rambutan, kemudian buah rambutan itu di beli Rafka untuk dibawa pulang ke palembang sebagai oleh-oleh dari jakarta. Rafka kemudian naik pesawat dengan membawa koper yang diantara isinya adalah rambutan yang tadi dia beli. Perjalanan dari jakarta ke palembang yang jarak tempuhnya 1 jam 5 menit, sesampainya di palembang rafka langsung menemuni sanak family disana. Sampai disana dikeluarkan kopernya yang didalamnya ada rambutan yang memang ditujukan sebagai oleh-oleh. Saat rambutan ditaruh dimeja, ternyata ada semut hitam jatuh dan kemudian berjalan di meja. Saat berjalan di meja semut hitam itu bertemu semut hitam yang lainnya, kemudian semut itu ditanya : siapa kamu? dan dari mana kamu? kami asing dengan kamu. lalu semut hitam itu berkata : saya dari jakarta. Semut hitam lain bingung, dari jakarta? berapa lama kamu berjalan dari jakarta ke palembang? semut hitam itu berkata : 1 jam 5 menit. Kemudian semut hitam lainnya tertawa terbahak-bahak, sebagian bingung, sebagian mencaci maki, membully dengan mengatakan : kau ngaco, ngelantur, bahkan sebagian lain berkata kasar dan mengucap gila. Intinya semut-semut itu tidak percaya apa yang didengar dari semut baru itu.
Pertanyaannya : apakah semut hitam yang dari jakarta itu berbohong? tentu semua kita sepakat menjawab tidak, dia benar. tapi kenapa semut yang lain tidak percaya? karena semut yang lain berfikir semut ini jalan sendiri, mereka berfikir gimana caranya dia melewati saluran air, terbebas dari hewan-hewan besar, bagaiama cara nya dia selamat dari kaki-kai manusia yang sedang berjalan, dll. Itu dibenak mereka, tapi mereka lupa kalau semut itu diperjalankan, dia tidak jalan sendiri tapi dia numpang diatas rambutan yang rambutan itu dimasukan kedalam koper dan koper itu dimasukan dalam bagasi pesawat dari jakarta menuju palembang.
Begitu sekilas tentang ilustrasi sederhana tentang peristiwa keimanan Isra’ dan Mi’raj. Semoga kita semakin yakin dan kuat keimanan kita diakhir jaman ini. Semoga Allah Swt menjaga keimanan kita semua dan seluruh keluarga kita. Aamiin.
Untuk teman-teman yang ingin suppport kegiatan di Assyukur Istiqomah bisa menghubungi kami. Jazakumulloh khoiron katsiro sudah terus membaca artikel-artikel yang kami sajikan, doakan agar kami Istiqomah dalam menebarkan kebaikan dan perbaikan.





