Home / Nasihat / Jangan memperlakukan Allah, sebagaimana anak kecil memperlakukan orang tua

Jangan memperlakukan Allah, sebagaimana anak kecil memperlakukan orang tua

Jangan memperlakukan Allah, sebagaimana anak kecil memperlakukan orang tua

Jangan memperlakukan Allah, sebagaimana anak kecil memperlakukan orang tuaJangan memperlakukan Allah, sebagaimana anak kecil memperlakukan orang tua

Biasanya anak kecil itu ketika dia mendapatkan hadiah dari orang tua, mendapatkan uang dari orang tua, mendapatkan sesuatu yang dia kepengen, maka dia akan berterimakasih kepada orang tua, bahkan boleh jadi sampai mencium pipi, memeluk orang tua dan berkali-kali mengucapkan sayang, dll. Kenapa? karena begitu senangnya sang anak mendapatkan sesuatu yang membahagiakannya, karena sesuatu yang diinginkannya diwujudkan orang tuanya.

Tapi apabila terjadi sebaliknya, sang anak kecil itu ketika dia mendapatkan sesuatu yg ‘dianggap tidak mengenakan’, misal : keinginannya tidak terpenuhi, orang tua tidak menuruti keinginannya, keinginannya tidak dikasih orang tua, apa yang diminta tidak didapatkan, maka dia akan marah, tidak mau menegur orang tua bahkan mungkin sebagian anak benci kepada orang tua nya. Itu hanyalah analogi sederhana tentang sebagian manusia hari ini, ketika dia mendapatkan nikmat dari Allah, dia bersyukur berulang kali, tapi ketika apa yang diminta kepada Allah, belum Allah kabulkan, dia menggerutu, mengeluh, gak sabaran, bahkan sebagian (Naudzubillah) menyalahkan Allah, karena melihat nikmat yang ada pada orang lain. Ini tentu sebuah kesalahan besar, karena kurang nya ilmu, kurangnya pemahaman, kurangnya rasa syukur kepada Allah Swt.

Sebagian manusia berfikir yang namanya nikmat itu hanya uang, materi, harta, rumah yang bagus, kendaraan yang bagus dan seabreg unsur duniawi lainnya, sedikit yang berfikir bahwa punya keturunan itu nikmat yang besar, karena banyak orang yang belasan bahkan puluhan tahun menanti datangnya keturunan. Sedikit manusia yang mensyukuri nikmat sehat, padahal nikmat sehat itu mahal dan sangat berharga setelah keimanan, punya kaki itu nikmat, bisa makan itu nikmat, punya orang tua itu nikmat, bisa melakukan kebaikan itu nikmat, dijauhkan dari dosa dan maksiat itu nikmat, andai kita paham itu semua, Insyaa Allah kita akan sibuk memuji Allah bukan malah mengeluh dan menyalahkan takdir Allah Swt.

Jangan lupa bersyukur baik kala kita mendapatkan apa yang kita inginkan maupun keinginan kita belum terkabulkan, karena Allah SWT Maha Tau kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa-doa kita, teruslah berbaiksangka kepada Allah dan bersyukurlah atas semua karunia nikmat-nikmat Nya.

yang mau ikutan wakaf karpet bisa klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *